Make your own free website on Tripod.com

* Puisi ini boleh diperbanyak dengan tetap mencantumkan M. Arief W. sebagai  nama pengarangnya.

 

Kenangan Yang Terampas

(Andalusia)

Oleh : M. Arief Wibowo

 

 

Kuberdiri tertunduk

Memandangi negeri ini

Untuk terakhir kalinya

 

Sebuah masjid berdiri kokoh di sana

Dengan pegunungan hijau terbentang di belakangnya

 

Para penakluk dari Selatan itu datang berabad-abad yang lalu

Tatkala kami bersuar meminta pertolongan

 

Mereka kasihi kami

Mereka bantu kami berdiri

Dan jadikan peradaban ini bersinar di negeri Kegelapan

 

Di sana

Di pegunungan hijau itulah aku dilahirkan

 

Di sanalah

Kuhabiskan masa kecilku

Berlari bersama teman-teman

Penuh kegembiraan  

 

Namun semua itu berubah

Kala para penyerbu dari Utara itu datang

 

Mereka membakar Qur’an kami

 Menghancurkan Masjid kami

Membantai Saudara kami

 

Orang-orang di sekeliling kami

Yang sedianya menjadi teman-teman kami

Kini malah berbalik mengkhianati kami

Dan membantu mereka

Hanya karena kami berbeda keyakinan

 

Kami harus meninggalkan

Negeri yang telah menjadi tanah air kami

Atau kami akan disiksa dengan kejam

 

Tak tahan kudengar rintihan saudaraku

Kala mereka dilempar hidup-hidup ke sekawanan anjing lapar

Tak tahan kucium bau tetesan darah dari tubuh saudaraku

 Ketika mereka digulingkan di dalam tong aspal yang panas

 

Negeri itu kini sunyi

Air mancur putih itu

Menjadi saksi semua ini

 

Air hujan turun

Seiring tangis air mataku

Dan kepiluan hatiku

 

Kulihat masjid itu untuk terakhir kalinya

Selamat tinggal negeriku

 Aku akan pergi meninggalkanmu

 

Tapi aku berjanji padamu

Suatu hari nanti

Anak cucuku akan datang kembali kesini

Dan mengembalikan negeri ini

Ke rangkulanku kembali

 

* * *